Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pahami Kelebihan dan Kekurangan Obligasi Sebelum Membeli

Bicara soal investasi, yang terpikir oleh kita pasti keuntungan tertentu yang didapat dari menanam modal dengan jumlah tertentu. Tidak salah memang, tapi perlu kita tahu setidaknya ada tujuh produk investasi yang beredar saat ini dan bisa dijadikan pilihan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita masing-masing. Di antaranya adalah tabungan, deposito, reksa dana, obligasi, saham, emas dan properti. Beberapa produk itu tentu sudah tak asing di telinga kita. Salah satu yang akan dibahas dalam artikel ini adalah obligasi.

Data pemerintah menunjukkan adanya peningkatan pembelian Obligasi Negara Ritel (ORI). Pada saat pertama kali diterbitkan tahun 2006, investor yang membeli ORI hanya sejumlah 16.561 orang. Jumlah itu berangsur meningkat setiap tahun hingga pada 2018 tercatat 42.733 investor membeli ORI dengan nilai Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp. 18,33 triliun. Kok bisa sebanyak itu? Semenarik apa sih sebenarnya obligasi ini? Yuk kita bahas!

Obligasi

Investor memandang obligasi sebagai sumber dana segar yang dapat dicairkan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagaimana saham, obligasi juga dapat diperjualbelikan. Namun demikian, informasi mengenai jual-beli obligasi tidak ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), melainkan di pihak agen penjual ataupun pihak penerbit yang mengeluarkan obligasi itu sendiri. Apabila pemerintah bertindak selaku pihak penerbit obligasi, maka pemerintah akan menunjuk bank seperti digibank by DBS, lembaga sekuritas, ataupun platform investasi tertentu sebagai agen penjual obligasinya.

Apa keuntungan investasi obligasi?

Lagi-lagi bicara investasi sudah pasti juga bicara keuntungan. Obligasi sebagai salah satu produk investasi memiliki keuntungan tertentu, di antaranya:

  • Keuntungan dari bunga (kupon)

Ada 3 jenis kupon yang umum berlaku dalam investasi obligasi, yaitu kupon tetap yang nilainya tidak berubah (fixed coupon), kupon mengambang yang nilainya menyesuaikan indeks pasar uang (floating coupon), dan obligasi tanpa kupon (zero coupon bond). Semakin lama jangka waktu obligasi, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan.

  • Keuntungan dari selisih harga obligasi
Jika ketika akan dijual nilai obligasi naik menjadi 125 persen dari 100 persen harga beli, makan kita bisa mendapatkan keuntungan senilai 25 persen tersebut.
  • Bunga (kupon) obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito

Suku bunga deposito memang lebih tinggi dibanding tabungan biasa. Hal tersebut membuat deposito cukup umum dianggap sebagai investasi yang menguntungkan. Namun belum banyak diketahui orang, obligasi bisa menjanjikan keuntungan lebih, meskipun sama-sama memiliki batas jatuh tempo pembayaran dari pihak penerbit obligasi, tetapi kita juga bisa mendapatkan keuntungan berkala dari persentase bunga yang ditentukan penerbit. selain itu, suku bunga obligasi juga cenderung lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito.

  • Jaminan keamanan

Pembayaran kupon dan pokok bagi obligasi pemerintah dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008

Namun demikian sebagaimana pada umumnya, obligasi juga memiliki beberapa kekurangan sebagai berikut:

  • Penerbit obligasi berisiko gagal bayar dengan konsekuensi investor bukan hanya tidak mendapatkan keuntungan tapi juga tidak mendapatkan kembali seluruh nominal uang yang menjadi pokok hutang. Namun hal ini tidak berlaku pada obligasi pemerintah karena jaminan dari undang-undang.
  • Rentan terhadap perubahan suku bunga, kondisi ekonomi dan kondisi politik yang berdampak pada pasar keuangan seperti pada saat krisis moneter tahun 1998.
  • Menjual obligasi sebelum jatuh tempo dapat merugikan investor karena harga jual yang lebih rendah dari harga beli.

Bisa nggak investasi obligasi via Aplikasi digibank by DBS?

Bisa banget. Aplikasi Digibank by DBS sebagai pihak yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai pihak penerbit obligasi dapat memperjualbelikan obligasi, dan tentunya dengan investasi obligasi via Aplikasi digibank by DBS kita bisa mendapatkan keuntungan-keuntungan tersendiri tersendiri, seperti berikut:

  • Layanan 24/7 yang memungkinkan kita untuk akses dan melakukan transaksi jual beli obligasi kapanpun dan dimanapun tanpa perlu repot-repot datang ke kantor cabang
  • Ada dua tingkat imbal hasil yang berlaku pada investasi obligasi di aplikasi digibank by DBS, yaitu fixed dan floating with floor dengan batas minimum 5,10 % p.a
  • Pembayaran kupon berkala setiap bulannya
  • Berdasarkan nominalnya, investasi obligasi di Aplikasi digibank by DBS merupakan obligasi ritel dengan harga minimal pembelian sebesar Rp. 1.000.000 dan jangka waktu 2-3 tahun.
  • Obligasi diterbitkan oleh pemerintah sehingga minim risiko
  • Keuntungan bunga obligasi lebih tinggi dari deposito

Jadi kesimpulannya gimana?

Mengingat beberapa kasus kerugian yang sempat ramai terjadi pada beberapa pemain investasi saham tempo hari, mungkin sudah waktunya kita mencari alternatif lain untuk menginvestasikan uang kita. Setelah mempelajarinya, mungkin obligasi dapat menjadi pilihan. Apalagi hadirnya digibank by DBS dapat memudahkan kita untuk menanam dan memantau investasi secara detail.

Posting Komentar untuk "Pahami Kelebihan dan Kekurangan Obligasi Sebelum Membeli"